thumbnail

Posted by On 5:35 AM with No comments

Kesal Makanan di Dapur Cepat Habis, Pria Ini Pasang Kamera dan Munculah Sosok Mengerikan
Kesal karena persedianmakanannya di dapur sering hilang.
Sorang pria di New York, Amerika Serikat memasang kameratersembunyi yang diletakkan di dapur.
dan hasilnya ia menemukan sesuatu yang mengerikan.
Dilansir Mirror.co.uk, hal mengerikan ini dialami pria bernama Joe Cummings.
Ia lalu membagikannya di channel Youtube miliknya jstn827's channel.
Joe tinggal di sebuah apartemen kota New York.
Dia kerap kali menemukan makanan di rumahnya habis lebih cepat dan itu membuatnya merasa ada yang aneh.
Joe yang penasaran akhirnya meletakkan sebuah kameratersembunyi di sekitar dapurnya dan menyala pada malam hari.
Saat video itu diputar, Joe sangat kaget menemukan seorang wanita aneh turun dari lubang ventilasi bagian atas apartemennya.
Seolah sudah terbiasa, wanita itu turun perlahan-lahan, mengambil kursi dan turun ke lantai.
Wanita aneh itu tampak mengambil beberapa makanan, bahkan buang air kecil di wastafel dapur.
Dia tampak mondar-mandir.
Ketika Joe masuk ke dapur, wanita itu panik dan bersembunyi.
Namun setelah Joe keluar dari dapur dia kembali membuka-buka lemari persediaan makanan.
Seolah sudah ahli, wanita aneh itu naik kembali ke ventilasi.
Keesokan harinya, Joe memutar ulang video rekaman.
Dia sangat kaget dan langsung meninggalkan apartemen untuk melapor pada polisi.
Ketika polisi menangkap wanita aneh tersebut, Joe tidak tahu dia siapa.
Polisi mengatakan sangat mungkin wanita itu telah diam-diam tinggal di apartemen Joe selama beberapa minggu, mungkin lebih.
Joe sendiri tidak tahu bagaimana wanita itu bisa ada di ventilasinya, karena ventilasi itu buntu dan tidak tersambung ke bagian lain apartemen.
Kemungkinan besar, sang wanita naik dari jendela melalui tangga darurat dan ikut tinggal dengannya tanpa diketahui Joe.
Seram juga kan kalau ada orang asing yang diam-diam tinggal bersama Anda di satu atap.
Maka perhatikan benar keadaan rumah Anda. (Muhamad Edward)
Sumber : Tribun Batam
thumbnail

Posted by On 11:37 PM with No comments


Seorang anak kecil berusia 3,5 tahun hanya bisa duduk di sisi jenazah ibunya selama 6 jam setelah rumah mereka tertimpa tanah longsor di Bangli, Bali pada hari Jumat 10 Februari kemarin.
Anak lelaki yang hanya dikenal sebagai Aris itu turut menyaksikan kematian ibu, nenek, sepupu serta kakaknya yang masih berusia 10 tahun.

Dalam kejadian yang terjadi sekitar jam 1 pagi itu, ayah Aris berada di rumah sakit untuk menjaga ayahnya yang sedang sakit.
Dia menitipkan istri dan kedua anak kepada ibunya di rumah. Sebelum kejadian nahas itu, hujan lebat terus melanda desa mereka selama tiga hari berturut turut.

Kondisi desa pun suram akibat awan gelap. Namun malang tak bisa ditolak ketika desa itu turut diguncang gempa berukuran sedang hingga mengakibatkan tanah di sekitar rumah korban runtuh.
Dalam rumah saat itu ada 5 orang dan hanya Aris yang selamat, sementara 4 lagi anggota keluarganya meninggal di tempat kejadian.
Tanah longsor yang menimpa rumah nenek Aris baru diketahui oleh warga pada pagi hari.

Menunjuk Jari ke Arah Jenazah

Dream - Mereka menemukan Aris hanya duduk kedinginan di tepi jenazah ibunya sambil menangis di bawah hujan deras.
" Saya sangat sedih melihat Aris ketika pertama kali ditemukan. Saat itu dia dalam dalam keadaan menggigil. Dia menangis keras begitu kami melihatnya. Tangannya terus diangkat ke atas meminta pertolongan.

" Ketika kami mengangkatnya, ia masih mencoba menunjuk jari ke arah jenazah anggota keluarganya yang lain" kata seorang warga.
Tragedi tanah longsor di tiga desa daerah Bali telah memakan korban sebanyak 12 orang, termasuk seorang wanita sedang mengandung.
Sampai saat ini penduduk tiga desa bersangkutan masih tinggal di pengungsian.

(Ism, Sumber: eberita.org)
thumbnail

Posted by On 11:40 PM with No comments

Kapolsek Menangis Lihat Bayi Minta ASI pada Jenazah Ibu yang Diantarnya
Pohon besar dekat flyover Universitas Indonesia dari arah Depok menuju Jakarta tumbang, Sabtu (4/2/2017). Akibatnya, dua orang dalam kejadian tersebut tewas di lokasi kejadian. 
Pasangan suami istri (pasutri) Miftah Abdillah Achmad (26) dan Rustiana Imala Putri (25) tewas tertimpa pohon tumbang di Jalan Lenteng Agung Timur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, di dekat "flyover" kampus UI Depok, Sabtu (4/2/2016) sore.
Korban meninggalkan seorang anak laki-laki berusia 9 bulan bernama Alfa Naufal Nareswara.
Meninggalnya pasutri alumnus IPB, warga Pabuaran, Cibinong, Bogor, tersebut, membuat Alfa merana dan kini menjadi yatim piatu.
Bahkan sejak Sabtu sore, Alfa kerap menangis berkepanjangan, menanti ibunya pulang untuk mendapatkan ASI.
Kapolsek Beji Komisaris Bambang yang ikut mengantarkan jenazah pasutri itu ke rumah mereka di Pabuaran, Cibinong, Bogor, Sabtu tengah malam bersama jajaran aparat Polsek Jagakarsa. Saat jenazah tiba di rumah duka, para kerabat korban menuturkan bahwa Alfa menangis sejak sore menunggu ASI dari ibunya.
Sebab selama ini, Alfa masih mengandalkan ASI ibunya dan tidak pernah diberi susu formula.
"Sewaktu saya antar kedua jenazah ke rumah korban, ada tangisan bayi sangat kencang dari dalam rumah. Kata ibu korban, sang bayi yang namanya Alfa menunggu ibunya untuk minum ASI. Saya sedih sekali mendengarnya, karena kini ibunya saya antar sudah meninggal dunia," kata Bambang, Minggu (5/2/2017).
Bambang menuturkan tangisan sang bayi tak juga reda meski sejumlah kerabat menenangkan dan mencoba memberinya susu formula. Sebab sang bayi tampaknya hanya mau minum ASI ibunya.
"Saya trenyuh sekali melihat anak korban. Pengen nangis saya melihatnya. Apalagi saya enggak bisa berbuat apa-apa. Sebab ibunya sudah meninggal dunia dan jenazahnya saya antar malam itu," kata Bambang.
Menurut Bambang yang diinginkan sang bayi hanyalah kehadiran ibunya dan hal itu tak mungkin lagi terwujud.
"Hati saya benar-benar sedih dan trenyuh sekali saat itu," kata Bambang.
Bambang mengaku baru kali ini mendapatkan pengalaman cukup menyedihkan dan membuat hatinya sangat trenyuh.
"Apalagi oleh tetangga, pasutri yang tewas karena pohon tumbang itu dikenal supel dan ramah," katanya.
Menurut Bambang pasutri yang tewas akibat pohon tumbang itu, baru sekitar dua tahun menikah.
"Menurut keluarga mereka baru menikah 2015 lalu dan kini dikaruniai seorang bayi berusia 9 bulan," katanya.
Bambang mengaku baru kali ini mendapatkan pengalaman cukup menyedihkan dan membuat hatinya sangat trenyuh.
"Apalagi oleh tetangga, pasutri yang tewas karena pohon tumbang itu dikenal supel dan ramah," katanya.
Menurut Bambang pasutri yang tewas akibat pohon tumbang itu, baru sekitar dua tahun menikah.
"Menurut keluarga mereka baru menikah 2015 lalu dan kini dikaruniai seorang bayi berusia 9 bulan," katanya.
Seperti diketahui sebuah pohon besar, umbang di Jalan Lenteng Agung Timur, Jakarta Selatan dekat Universitas Indonesia, Sabtu (4/2/2017) sore. Akibat pohon tumbang tersebut dua orang meninggal dunia.
"Kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu kedua orang korban sedang berboncengan di sepeda motor dan tertimpa pohon," ujar Kapolsek Jagakarsa Kompol Prayitno dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.
Adapun identitas kedua orang yang meninggal adalah, Miftah Abdillah Achmad (26) dan Rustiana Imala Putri (25). Keduanya merupakan pasutri warga Pabuaran, Bogor, Jawa Barat.
Selain menimpa Miftah dan Rustiana, pohon tumbang tersebut juga menimpa satu unit mobil Mitsubishi Grandis yang tengah melintas.
Beruntung, pohon tersebut hanya mengenai bagian belakang mobil dan menyebabkan penyok.
Pohon besar dekat flyover Universitas Indonesia dari arah Depok ke arah Jakarta tumbang.
Akibatnya, dua orang tewas akibat kejadian tersebut. Informasi yang dihimpun peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
Saat kejadian kondisi cuaca tidak hujan dan tidak ada angin kencang.
Menurut seorang saksi, korban meninggal atas nama Rustiana warga Cibinong dan Mifta Abdillah.
Saat kejadian korban sedang melintas di jalan dekat flyover Universitas Indonesia dan tertimpa pohon tumbang secara tiba-tiba.
"Tadi saya di lokasi, korban tertimpa pohon dan langsung meninggal di lokasi kejadian," ungkap seorang saksi.
Selain itu, pohon berdiameter sekitar empat meter itu juga menimpa mobil dan pengendara Go-Jek.
Beruntung pengemudi mobil dan Gojek selamat dalam peristiwa itu.
Pantauan Tribunnews.com, hingga pukul 19.30 WIB, Sabtu (4/2/2017) malam, arus lalu lintas dari Depok menuju Jakarta dan sebaliknya macet parah.
Sementara itu, Proses evakuasi korban masih dilakukan dan proses pembersihan pohon tumbang juga masih dilakukan petugas pemadam kebakaran.(Kompas.com/Budi Sam Law Malau)
thumbnail

Posted by On 9:42 PM with No comments

Ini Balasan Sang Ibu Guru yang Tak Kalah Puitisnya Terkait Surat Izin Amel, Sungguh Romantis
Masih ingat dengan surat izin untuk Amel yang dituliskan oleh ayahnya?
Saat bersekolah kalian tentunya pernah meminta izin ke guru karena sakit atau ada keperluan lain.
Surat izin tersebut dituliskan dalam secarik kertas yang ditulis oleh orangtuamu yang juga meninggalkan tanda tangan di bagian bawah surat.
Surat ini lantas diberikan kepada guru piket sekolah atau wali kelasmu.
Sewajarnya surat izin, pastinya dengan kata-kata yang lugas dan mudah dipahami maksud dan tujuannya.
Namun berbeda dengan surat izin yang dituliskan oleh ayah Amel yang beberapa waktu viral di media sosial
"Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Alangkah indahnya pagi ini, matahari bersinar terang, burung-burungpun bernyanyi riang.
Bunga-bunga semerbak di taman mewangi dan bermekaran, tapi hanya satu yang terlihat paling indah dan menawan.
Tapi ibarat bunga, ada satu yang layu, yaitu Amel.
Hari ini, Kamis 26 Januari 2017 dia tidak masuk sekolah dikarenakan sakit.
Semoga ibu guru Amel tetap menjadi bunga yang paling indah menawan.
Amin...
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Hormat Saya
Ayah Amel"


Surat izin siswi SD yang bernama Amel/Facebook
Surat izin siswi SD yang bernama Amel/Facebook
Kini surat izin yang tak biasa yang dituliskan oleh ayah Amel ini rupanya mendapatkan balasan dari ibu guru.
Hal ini diketahui dari postingan akun Facebook Robbin Hood pada 2 Februari 2017.
"Assalamualaikum wr. wbr..
Surat Bapak/Ibu sudah saya terima.
Alangkah kagetnya saya saat mengetahui Amel sakit.
Bagaikan petir di siang bolong, hatiku gundah gulana membca surat Bapak/Ibu.
Tak terbayangkan perihnya hatiku.
Hatiku hancur berkeping-keping.
Semoga Amel cepat sembuh kelas sepi tanpa suara dan derai tawa Amel.
Wassalam.
Sekolah Amel, 01 Februari 2017.
(IbuGurunya amel)
Balasan surat dari Guru Amel/Facebook/robbin hood.
Balasan surat dari Guru Amel/Facebook/robbin hood.
Surat Awal
Saat kamu sekolah di SD, SMP hingga SMA pasti pernah minta izin ke gurumu gara-gara sakit atau keperluan keluarga, kan?
Minta izin ini berbentuk secarik surat yang ditulis oleh orangtuamu yang juga meninggalkan tanda tangan di bagian bawah surat
Surat ini lantas diberikan kepada guru piket sekolah atau wali kelasmu.
Sewajarnya surat izin, pastinya dengan kata-kata yang lugas dan mudah dipahami maksud dan tujuannya.
Namun, sepertinya tidak berlaku untuk orangtua murid yang satu ini.
Tidak dengan bahasa formal dan lugas tujuannya, malah dengan bahasa yang penuh kiasan dan super puitis.
Puitisnya nggak kalah dengan surat cinta manapun, hehehe.
Tujuan surat jelas tertulis untuk yang terhormat Ibu guru Amel.
Amel di sini adalah murid yang tidak bisa masuk sekolah karena sakit.
Sebenarnya, hanya itulah isi dari surat izin tersebut.
Tapi si penulis yang ternyata ayahnya Amel ini menuliskan kalimat panjang yang bikin senyum-senyum sendiri buta siapa saja yang membacanya.
Bagaimana tidak, ayah Amel menulis kalimat seperti ini:
"Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Alangkah indahnya pagi ini, matahari bersinar terang, burung-burungpun bernyanyi riang.
Bunga-bunga semerbak di taman mewangi dan bermekaran, tapi hanya satu yang terlihat paling indah dan menawan.
Tapi ibarat bunga, ada satu yang layu, yaitu Amel.
Hari ini, Kamis 26 Januari 2017 dia tidak masuk sekolah dikarenakan sakit.
Semoga ibu guru Amel tetap menjadi bunga yang paling indah menawan.
Amin...
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Hormat Saya
Ayah Amel"
Facebook/Dewi Purwaningsih
Facebook/Dewi Purwaningsih
Guru mana yang tidak tertawa melihat padu padan bahasa yang romantis kocak tidak pada tempatnya itu?
Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook Dewi Purwaningsih (31/1/2017) dengan caption "Guru mana yang ga meleleh kalo dapet surat kaya gini".
Beberapa netizen menanggapi dengan kocak unggahan tersebut.
Facebook/Dewi Purwaningsih
Facebook/Dewi Purwaningsih
Seandainya kamu yang jadi guru dan dapat surat kocak itu dari orangtua muridmu, apa yang akan kamu lakukan? (TribunStyle.com/Delta Lidina)
Sumber : Tribunews
thumbnail

Posted by On 9:39 PM with No comments

Bikin Meleleh! Bocah 9 Tahun Bawa Adik ke Sekolah, Begini Kondisi Keluarganya
Sebuah unggahan dari salah satu pengguna Facebook asal Filipina, Shyla Mie Brillantes Blasico menjadi viral bukan hanya di negaranya, melainkan di seluruh dunia.
Pada 18 Januari 2017, Shyla mengunggah foto murid laki-laki yang membawa adiknya ke sekolah.
Melansir dari elitereaders.com, Shyla merupakan seorang guru di Sekolah Dasar J. Blanco yang terletak di provinsi Cotabato Selatan, Mindanao.
Mindanao merupakan satu dari tiga pulau terbesar di Filipina.
Bocah laki-laki dalam foto yang diunggah guru ini bernama Mateo Bano.
Mateo merupakan siswa kelas 5 di sekolah tersebut.
Mateo membawa adiknya ke sekolah.
Mateo membawa adiknya ke sekolah.
Tidak seperti teman-temannya, Mateo datang ke sekolah tidak sendirian, melainkan bersama adiknya.
Siswa 9 tahun tersebut terpaksa harus membawa adiknya ke sekolah.
Mateo merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Tahun lalu, keadaan keluarga Mateo memburuk semenjak sang ibu meninggal karena kehamilan ektopik.
Sementara sang ayah, bekerja sebagai tukang kayu di kota lain, Surallah.
Tidak ada pilihan lain, sang ayah harus meninggalkan anak-anaknya saat ia harus bekerja.
Dalam caption yang ditulis Shyla, ia mengungkapkan bahwa Mateo tidak ingin berhenti sekolah hanya karena keadaan keluarganya.
Karena tidak ada yang merawat adik terkecilnya di rumah, Mateo memutuskan untuk membawa adiknya itu ke sekolah.
Terkadang, kakak Mateo pun bergantian turut menjaga adik kecilnya itu.
Saat istirahat, Mateo bahkan menemani adiknya tidur.
Mateo menemani adiknya tidur.
Mateo menemani adiknya tidur.
Pihak sekolah pun mentoleransi keadaan Mateo ini.
Guru-guru memperbolehkan Mateo membawa adiknya ke kelas.
Kedua kakak beradik itu juga diberi jatah makan siang yang disponsori menteri pendidikan.
Mateo mendapat makanan dari sekolah.
Mateo mendapat makanan dari sekolah.
Dengan adanya makanan di sekolah, Meteo dan adiknya mendapat keuntungan.
Postingan Shyla ini pun langsung disambut baik oleh netizen.
Cerita bocah malang ini sudah dibagikan lebih dari 24 ribu kali.
Orang-orang pun berdatangan untuk memberikan donasi.
dinasi dari netizen
dinasi dari netizen
Meskipun begitu, Shyla dan guru-guru lain menolak menerima uang untuk Mateo.
Ia hanya menyarankan untuk memberikan makanan dan keperluan dasar sekolah untuk Mateo dan saudaranya. (Tiara Shelavie)
Sumber : Suryanews
thumbnail

Posted by On 9:33 PM with No comments

Pria Ini Langsung Copot Baju Lihat Bocah Tak Pakai Baju, Selanjutkan Hal Mengejutkan Terjadi
 Pria berbaju biru di dalam video ini jadi sorotan lebih dari 430 ribu netizen yang melihat langsung rekaman itu.
Ceritanya, ada seorang anak yang sedang tertidur di emperan toko.
Posisi tidurnya mengepalkan tangan di depan dada.
Anak itu tak memakai baju dan alas kaki.
Usia bocah itu juga mungkin tak lebih dari 10 atau 11 tahun.
Pemandangan seperti ini mungkin jarang kita lihat.
Sekalipun ada seseorang tidur di emperan toko, kemungkinan besar ia masih mengenakan pakaian.
Saat itu hari sudah gelap, dan toko itu ada di pinggir jalan raya.
Tapi tiba-tiba seorang pria mendekati anak itu dan membangunkannya.
Terdengar bunyi 'plak' pelan yang disasarkan pada punggungnya.
Anak itu pun terbangun.
Ia segera melihat ke arah pria itu dan mengepalkan tangannya di depan dada.
Tapi tanpa banyak bicara pria itu tiba-tiba membuka bajunya.
Ia langsung memakaikan baju birunya pada anak itu.
Tak banyak bergerak, anak itu tetap mengepalkan tangan, lalu menangkupkan tangan ketika pria itu menyodorinya uang.
Dengan berbahasa seperti bahasa Thailand, ia menyodorkan kembali uang itu padanya.
Sang anak mengucapkan terima kasih.
Dikira mau pergi, ternyata pria itu melakukan satu hal lagi.
Ia disuruh berdiri dan membuka celananya.
Celana si pria dipakaikan pada anak itu!
Tapi setelahnya ia mengambil sesuatu dari kantungnya yang adalah sebuah dompet.
Dengan santai, pria yang hanya memakai celana dalam berjalan ke luar sambil membawa dompetnya.
Rekaman ini memang tidak menampilkan profil detik kedua orang itu.
Tapi pemuda tadi setidaknya sudah mengajarkan sesuatu pada tiap orang yang menonton video ini.
Entah bagaimana nasib anak tadi.
Tapi yang jelas, video ini sudah membuat banyak netizen terharu.
Kira-kira beranikah Anda melakukan hal serupa?
Dilihat dari Facebook Kamsan Berutu, netizen kebanyakan memuji perbuatan si laki-laki.
Tonton videonya di sini!
 Sumber : tribunews
thumbnail

Posted by On 10:22 PM with No comments


 Namanya Ayu Formosa, TKW ini tega menelantarkan anaknya yang masih kecil tanpa ia kabari dan tanpa ia kasih uang hingga anaknya kleleran demi hidup sehari-hari.

Sebagaimana dikabarkan oleh Agus Pratama, Ayu tidak sama sekali pernah menghubungi anaknya hingga anaknya harus bekerja sendiri demi mencari uang dan makan.

"Ibuk iki sudah gak ingat anaknya, tidak pernah kasih kabar. Anaknya kerjanya menjadi buruh setiap hari mencari uang saku untuk sekolah dan makan." kata Pratama dalam informasi tersebut.
[ads-post]
Pratama juga mengatakan kalau anaknya sekarang lagi sakit dan merindukan ibunya yang tiada kabar di Taiwan.

"Sadarlah, kasihan anakmu di rumah, dulu katanya kerja untuk membahagiakan anak, kenapa sekarang tak mau menghubungi anak?, anakmu lagi sakit, doakan saja ia cepat sembuh" cetusnya.

Banyak netizen yang geram dengan berita ini sehingga banyak yang memojokkan Ayu sebagai Ibu dari anak tersebut, Banyak yang kasihan dengan nasib anak tersebut.