| Adnan Achmad, tersangka kasus penganiayaan terhadap guru SMKN 2 Makassar. MAS masih kenakan seragam. |
MAS, siswa SMKN 2 Makassar yang bersama ayahnya Adnan Achmad menganiaya guru Dasrul, menyampaikan curahan hatinya kepada Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tenri A Palallo di kantor Polsek Tamalate, Jumat (12/8).
Kepada Tenri Palallo, MAS tak henti-hentinya menangis sambil memeluk mantan Kabag Humas Pemkot Makassar tersebut.
Tenri kepada FAJAR (Jawa Pos Group)
bercerita, saat datang ke kantor Polsek Tamalate, MAS sangat menyesal
terhadap insiden pemukulan tersebut. Ia ingin sekali pulang, kangen
masakan ibunya lagi.
Kondisi kejiwaannya pun tidak stabil, ia
sangat tertekan dengan kondisi. "Stress, semua orang tidak suka," ujar
MAS seperti yang ditirukan Tenri.
Menurut penuturan Tenri, MAS memang tidak
membawa buku gambar. Ia juga sempat ditempeleng di depan kelas. MAS juga
mengaku foto-foto anak merokok yang dibully di media sosial adalah
bukan dirinya.
"Saya lebih banyak memberi motivasi ke
dia, agar kejadian kemarin dijadikan pelajaran dan motivasi untuk
sukses. Saya bilang ke dia, kau harus jadi perwira polisi," ujar Tenri.
Tenri mengaku pihaknya mengupayakan agar
MAS tidak ditahan, supaya bisa kembali lagi ke sekolah. Menurutnya, biar
bagaimanapun anak tetap harus sekolah, anak berhadapan hukum saja
mendapat pembinaan.
"Tidak boleh ada anak-anak yang tidak
sekolah, kita tidak mau itu semakin membuat anak tambah buruk jika tidak
sekolah. Jangan sampai mereka tambah salah didik, akhirnya jadi mafia
atau pembunuh," tegasnya.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Makassar,
Farouk M Betta mengatakan kekerasan yang menimpa guru di SMKN 2 Makassar
yang melibatkan orang tua dan siswa biarlah menjadi pelajaran untuk
semua, termasuk bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar.
Namun, kata dia, orang tuanya boleh
dihukum, tetapi tidak bagi anaknya. Sang anak harus dibina dan tetap
harus melanjutkan sekolah.
Tidak boleh menutup pintu pendidikan bagi anak, disitulah fungsinya
Dinas Pendidikan, mendidik anak-anak agar bisa berperilaku positif,"
jelas Ketua DPRD Kota Makassar ini.
Sumber : JPNN